Wednesday, December 31, 2025

Jalan Raya Desa Lebo Arah Desa Dorong Rusak Sebelum Sebulan, LSM LIRA Sidoarjo Soroti Dugaan Kegagalan Konstruksi dan Potensi Kerugian Negara

 


Imparsialnews.site Sidoarjo, 31 Desember 2025 Proyek pengaspalan Jalan Raya Desa Lebo arah Desa Dorong, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, kini menjadi sorotan tajam publik. Pasalnya, jalan yang baru selesai dikerjakan tersebut telah mengalami kerusakan parah meski belum genap satu bulan difungsikan, memunculkan dugaan kuat adanya kegagalan konstruksi dan potensi kerugian keuangan negara.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan berlubang, mengelupas, retak memanjang, serta tergenang air di sejumlah titik. Kerusakan tersebut dinilai sangat tidak wajar untuk proyek infrastruktur yang masih berusia hitungan minggu dan justru membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Sejumlah pengendara roda dua maupun roda empat mengaku nyaris mengalami kecelakaan, terutama saat hujan dan malam hari. Genangan air yang menutupi lubang jalan membuat pengendara tidak menyadari bahaya di depan mata, hingga hampir terperosok dan kehilangan kendali kendaraan.

Sorotan keras datang dari LSM LIRA DPD Sidoarjo melalui Bidang Investigasi. Lembaga ini menilai kerusakan dini tersebut merupakan indikasi kuat kegagalan konstruksi, yang berpotensi mengarah pada penyimpangan pelaksanaan proyek dan kerugian keuangan negara.

“Pekerjaan yang baru selesai namun sudah rusak parah menunjukkan kuat dugaan tidak terpenuhinya spesifikasi teknis. Jika anggaran telah dicairkan sementara hasil pekerjaan tidak memenuhi standar mutu, maka hal tersebut berpotensi merugikan keuangan negara,” tegas perwakilan LSM LIRA DPD Sidoarjo Bidang Investigasi kepada media online nasional.

LSM LIRA menegaskan bahwa setiap proyek infrastruktur yang bersumber dari APBDes maupun APBD wajib mengedepankan kualitas, keselamatan, dan keberlanjutan. Kerusakan dini seperti ini dapat disebabkan oleh penggunaan material di bawah standar, pengurangan volume pekerjaan, metode pelaksanaan yang keliru, atau lemahnya pengawasan teknis.

“Ini bukan sekadar jalan rusak. Ini adalah uang rakyat. Jika kualitas pekerjaan tidak sebanding dengan nilai anggaran, maka patut diduga terdapat penyimpangan serius,” lanjutnya.

Potensi Pelanggaran Hukum dan Sanksi

Secara yuridis, kasus ini berpotensi melanggar:

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi

Pasal 59 ayat (1) menyatakan bahwa penyedia jasa wajib bertanggung jawab atas kegagalan bangunan.

Pasal 60 ayat (1) menegaskan bahwa kegagalan bangunan akibat tidak dipenuhinya standar keselamatan, keamanan, dan keberlanjutan menjadi tanggung jawab penyedia jasa.

Sanksi dapat berupa sanksi administratif, ganti kerugian, hingga tuntutan pidana apabila terbukti menimbulkan kerugian negara.

Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Mengatur bahwa setiap pelaksanaan pekerjaan konstruksi harus dilakukan secara profesional, transparan, akuntabel, dan menjamin mutu hasil pekerjaan.

Pelanggaran dapat berujung pada pemutusan kontrak, pencantuman dalam daftar hitam (blacklist), serta tuntutan ganti rugi.

Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo. UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

Jika terbukti terdapat perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan kerugian keuangan negara, pelaku dapat dijerat pidana penjara dan denda, sebagaimana diatur dalam Pasal 2 dan Pasal 3.

LSM LIRA DPD Sidoarjo menyatakan akan melakukan investigasi mendalam, meliputi pemeriksaan dokumen perencanaan, Rencana Anggaran Biaya (RAB), spesifikasi teknis, volume pekerjaan, hingga mekanisme pencairan anggaran. Apabila ditemukan indikasi penyimpangan dan kerugian negara, LSM LIRA tidak menutup kemungkinan akan melaporkan kasus ini kepada aparat penegak hukum (APH).

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah Desa Lebo maupun instansi terkait di Kabupaten Sidoarjo. Masyarakat mendesak agar audit teknis independen segera dilakukan serta perbaikan menyeluruh dilaksanakan, sebelum kerusakan semakin meluas dan menimbulkan korban jiwa

Red_, bersambung 

Sunday, December 28, 2025

Terima Tantangan Adu Fisik, Edy Macan Tegaskan Kota Pahlawan Bukan Arena Provokasi dan Adu Domba

 

Surabaya, Imparsial News – Menyikapi berbagai aksi dan pernyataan yang mengatasnamakan pembelaan rakyat, tokoh masyarakat Surabaya Edy Macan mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjaga persatuan serta kondusivitas Kota Pahlawan.

Menurut Edy Macan, masyarakat Surabaya saat ini sudah mulai jenuh dengan aksi-aksi yang seolah membela rakyat, namun pada kenyataannya belum jelas tujuan dan substansinya. Ia menegaskan agar kondisi tersebut tidak dimanfaatkan untuk memecah belah persaudaraan antarwarga.

“Warga negara Indonesia harus saling menghargai perbedaan suku dan ras, khususnya di Kota Pahlawan ini. Surabaya harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Edy Macan juga menyoroti adanya tindakan provokatif berupa tantangan adu fisik yang dikaitkan dengan isu organisasi maupun suku. Ia menilai tindakan tersebut sangat tidak pantas dan bertentangan dengan prinsip negara hukum.

“Apakah dibenarkan menantang-nantang orang? Ini negara hukum, semua ada prosesnya. Jangan seenaknya menghina, apalagi membawa-bawa suku,”  Dan perlu di ketahui untuk sodara Ini sial ANS yang mengaku boxing profesional ya ini saya terbuka ayo saya beli kalau di jual jangan jadi porofokator ya kamu asli surabya ta kok sok sok an gt tidak bisa ta keahlianmu itu untuk tidak menantang orang ",pungkas Abah Edy Macan  

Ia menambahkan, kritik terhadap organisasi merupakan hak setiap warga, namun penghinaan terhadap suku atau kelompok tertentu tidak dapat dibenarkan. Menurutnya, jika ada pihak yang tidak sepakat dengan suatu organisasi, seharusnya ditempuh melalui jalur hukum yang berlaku.

“Silakan kritik ormas, tapi jangan menghina suku. Boleh menyampaikan aspirasi, tapi jangan merusak dan jangan bertindak sewenang-wenang,” lanjutnya.

Sebagai warga Surabaya, Edy Macan mengingatkan bahwa Kota Pahlawan adalah milik bersama yang harus dijaga ketertiban dan keamanannya. Ia juga meminta Pemerintah Kota Surabaya agar segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan kegaduhan yang terjadi agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Selain itu, Edy Macan menekankan pentingnya peran aparat kepolisian dalam memberikan kepastian hukum. Ia berharap proses penyelidikan dapat segera dituntaskan secara transparan sehingga masyarakat merasa puas dan percaya terhadap pelayanan Polri.

“masgarakat kusus nya Warga Surabaya butuh kejelasan. Proses hukum harus berjalan dan hasilnya disampaikan secara tegas agar situasi tetap kondusif,” pungkasnya.

Redaksi: Team
Editor: Mnd

Sunday, December 21, 2025

Menembus Duka Semeru,DPC Madas Lamongan Nur Insyani SH Tunjukkan Solidaritas Nyata, Turun Langsung Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru





Lumajang, imparsialnews.site Wujud nyata kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Madas Kabupaten Lamongan Bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Madas Jawa Timur serta jajaran DPC dan DPAC se-Jawa Timur, DPC Madas Lamongan turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan berupa penyaluran bantuan sembako dan pakaian bagi para korban terdampak erupsi Gunung Semeru, Minggu (21/12/2025).

Kehadiran DPC Madas Lamongan dipimpin langsung oleh Ketua DPC Madas Lamongan Nur Insyani SH yang disaksikan kepala desa Gumuk mas dan ketua RT sekaligus koordinator penerima bantuan oleh jajaran pengurus dan anggota. Mereka bergabung bersama rombongan besar Madas Jawa Timur sebagai simbol solidaritas, empati, dan kepedulian mendalam kepada masyarakat Kabupaten Lumajang yang tengah berjuang menghadapi dampak bencana alam erupsi gunung berapi tersebut.

Di tengah suasana duka dan keprihatinan, bantuan yang disalurkan diharapkan mampu menjadi secercah harapan serta meringankan beban para korban. Ketua DPC Madas Lamongan menegaskan bahwa keikutsertaan pihaknya dalam kegiatan ini merupakan panggilan kemanusiaan yang tidak bisa diabaikan.

“Kami hadir mengikuti kegiatan Madas Jawa Timur sebagai bentuk kepedulian Ormas Madas kepada saudara-saudara kita di Lumajang yang terdampak bencana erupsi Gunung Semeru. Bantuan sembako dan baju ini kami berikan dengan harapan dapat meringankan beban dan semoga bermanfaat bagi para korban,” ujar Nur
Lebih lanjut, Nur Insyani SH menyampaikan bahwa aksi kemanusiaan ini melibatkan seluruh unsur kepengurusan Madas, mulai dari tingkat DPC hingga DPAC se-Jawa Timur. Kekompakan dan kebersamaan yang ditunjukkan dalam kegiatan tersebut menjadi bukti nyata bahwa Madas merupakan organisasi yang solid dan konsisten dalam menjalankan misi sosial serta kemanusiaan.

Menurutnya, Ormas Madas tidak hanya berperan dalam kegiatan sosial kemasyarakatan di wilayahnya masing-masing, tetapi juga hadir secara aktif ketika saudara-saudara sebangsa membutuhkan uluran tangan akibat musibah.
Aksi kemanusiaan ini menjadi refleksi nilai-nilai gotong royong dan kepedulian sosial yang terus dijaga dan diperkuat oleh Madas, sekaligus menegaskan bahwa di tengah bencana, persatuan dan solidaritas adalah kekuatan terbesar bangsa.

Red_,





Wujud Kepedulian Sosial, DPD Madas Jawa Timur Bersama Radar CNN Group dan Direktur Edy Macan Hadir Langsung Bantu Korban Erupsi Semeru di Lumajang

 


Lumajang, 21 Desember 2025. Imparsial News — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Madas Jawa Timur bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Madas Kabupaten Gresik, bersinergi dengan Radar CNN Group serta Direktur Radar CNN, Edy Macan, melaksanakan kegiatan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu (21/12/2025).

Bantuan yang disalurkan berupa paket sembako dan pakaian layak pakai sebagai wujud kepedulian dan solidaritas terhadap warga yang terdampak bencana alam.

Kegiatan kemanusiaan ini melibatkan seluruh unsur kepengurusan Madas dari tingkat DPD, DPC hingga DPAC se-Jawa Timur, serta mendapat dukungan penuh dari Radar CNN Group sebagai mitra media dan sosial yang turut berperan aktif dalam aksi kemanusiaan tersebut.

Penyaluran bantuan dilakukan secara langsung kepada masyarakat terdampak. Rombongan DPC Madas Kabupaten Gresik dipimpin oleh Ketua DPC Madas Gresik, Adnan, bersama jajaran pengurus dan anggota, bergabung dengan jajaran DPD Madas Jawa Timur serta tim Radar CNN Group di lokasi bencana.

Perwakilan DPD Madas Jawa Timur menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan sosial organisasi dalam merespons setiap bencana yang menimpa masyarakat.

“DPD Madas Jawa Timur hadir bersama DPC Madas Kabupaten Gresik dengan dukungan Radar CNN Group dan Direktur Radar CNN Bapak Edy Macan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas kemanusiaan kepada masyarakat Lumajang yang terdampak erupsi Gunung Semeru. Kami berharap bantuan ini dapat membantu meringankan beban warga di tengah kondisi sulit yang sedang dihadapi,” ujar perwakilan DPD Madas Jawa Timur.

DPD Madas Jawa Timur juga menegaskan bahwa keterlibatan seluruh struktur organisasi dari berbagai tingkatan merupakan bukti soliditas dan kesiapsiagaan Madas dalam menjalankan misi kemanusiaan.

“Kehadiran unsur DPD, DPC hingga DPAC se-Jawa Timur menunjukkan bahwa Madas selalu siap bergerak cepat dan hadir langsung di tengah masyarakat saat terjadi bencana. Sinergi dengan Radar CNN Group menjadi kekuatan penting dalam memperluas dampak kepedulian sosial,” tegasnya.

Penyaluran bantuan dilakukan dengan mengedepankan nilai empati, kebersamaan, dan gotong royong, serta mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat yang hingga kini masih merasakan dampak pascabencana.

Melalui kegiatan ini, DPD Madas Jawa Timur bersama Radar CNN Group dan Direktur Radar CNN Edy Macan menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi aktif dalam upaya kemanusiaan, penanganan bencana, serta penguatan solidaritas sosial di tengah masyarakat.

Redaksi: Team
Editor: Mnd

Gelar Festival Kota Lama, Sidoarjo Kenalkan Ciri Khas Makanan Berbahan Dasar Petis*


imparsialnews.site

Sidoarjo- Dipenghujung Tahun 2025 Pemerintah Daerah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Sidoarjo menggelar Festival Kota Lama Sidoarjo 2025 yang diselenggarakan dengan meriah di Parkir Timur Gor Sidoarjo, Minggu 21/12/2025.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk meningkatkan optimalisasi potensi wisata, optimalisasi ekonomi kreatif UMKM dan semua mintra yang berkaitan dengan potensi lokal.

Sekretaris Daerah Kabupaten Sidoarjo Fenny Apridawati hadir dengan membuka secara langsung kegiatan ini, dalam acara yang dikemas dalam tema "Harmoni Masa lalu dan Masa Kini " diwarnai dengan Pasar Tempoe Doeloe yang diikuti oleh seluruh OPD dan BUMD yang ada di Kabupaten Sidoarjo yang menyajikan makanan berbahan dasar petis. 

Dalam sambutan Fenny menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata atas suksesnya penyelenggaraan acara hari ini.Festival ini bukan sekadar perayaan, melainkan merupakan upaya kolektif untuk melestarikan budaya dan sejarah lokal, serta menghidupkan kembali denyut ekonomi di kawasan cagar budaya Sidoarjo, serta memperkenal bahan makanan khas Sidoarjo. Dengan menikmati suasana tempo dulu, disini juga bisa mencicipi kuliner khas Sidoarjo

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata, berharap kegiatan ini dapat menjadi akselerator kebangkitan ekonomi kreatif lokal, mendorong UMKM, serta menjadikan Sidoarjo sebagai destinasi wisata yang menarik.

"Apa yang ada di Kabupaten Sidoarjo hari ini ada di festival kota lama Sidoarjo ini, untuk itu mari kita dongkrak perekonomian di Kabupaten Sidoarjo ini bersama-sama, kita belanjakan uang kita di Kabupaten Sidoarjo, dengan membelanjakan uang kita di UMKM Sidoarjo itu adalah bentuk komitmen kita bagaimana supaya uang kita berputar di sidoarjo saja sehingga perekonomian di Sidoarjo bisa kuat,".katanya

Dengan memperkenalkan produk andalan Sidoarjo dengan blusukan kekampung-kampung olahan petis sama artinya dengan memperkenalkan bahwa Kabupaten Sidoarjo selain Kota udang dan Bandeng sidoarjo juga termasuk kota penghasil petis.

'Mari kita apresiasi kegiatan ini, dimana selain lebih mengenalkan makanan berbahan dasar petis juga untuk memecahkan rekor Muri terbanyak memasak olahan makanan berbahan dasar petis,"ucapnya

Pada kesempatan ini selain disediakan makan gratis sebanyak 3000 porsi makanan olahan petis, pentas seni dan musik, pengolahan makanan petis bersama Chef Kong serta mecahan rekor MURI dengan sajian masakan olahan berbahan petis terbanyak juga melaunching Kalender Event Tahun 2025 Kabupaten Sidoarjo .

Red/soim

Saturday, December 20, 2025

Wisuda XX STIKES Yayasan RS Dr. Soetomo Surabaya Tegaskan Komitmen Tenaga Kesehatan Profesional dan Humanis


Surabaya — Dengan penuh rasa syukur ke hadirat Allah SWT, hari ini, Sabtu, 20 Desember 2025, menjadi momen istimewa dan membahagiakan bagi keluarga besar Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Yayasan Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya. Bertempat di The Square Ballroom ICBC Center Lantai 4 Surabaya, STIKES Yayasan RS Dr. Soetomo secara khidmat menyelenggarakan Wisuda Angkatan ke-XX Tahun 2025.

Prosesi wisuda ini mengusung tema “Mewujudkan Tenaga Kesehatan yang Profesional, Humanis, dan Berintegrasi di Era Transformasi Kesehatan Nasional”, sebagai refleksi atas tantangan dan tuntutan dunia kesehatan di masa kini dan masa depan.

Di bawah atap megah The Square Ballroom ICBC Center, para wisudawan dan wisudawati mengikuti prosesi wisuda sebagai puncak dari perjalanan panjang menuntut ilmu di bidang kesehatan. Adapun lulusan tahun ini berasal dari dua program studi, yakni Diploma III Rekam Medis dan Sarjana (S1) Kesehatan Masyarakat.

Wisuda ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan sebuah tonggak sejarah yang menandai keberhasilan perjuangan panjang yang penuh pengorbanan, kerja keras, serta doa tiada henti. Keberhasilan para wisudawan tidak lepas dari peran besar para dosen, civitas akademika, serta orang tua yang dengan penuh cinta dan kesabaran senantiasa mendampingi hingga hari yang membahagiakan ini tiba.

Dalam era transformasi kesehatan nasional, dunia pelayanan kesehatan dituntut untuk terus beradaptasi dengan kemajuan teknologi medis, digitalisasi layanan, serta dinamika sosial masyarakat. Oleh karena itu, lulusan STIKES Yayasan RS Dr. Soetomo Surabaya dipersiapkan tidak hanya sebagai tenaga kesehatan yang profesional dan kompeten, tetapi juga insan yang humanis, berintegritas, serta menjunjung tinggi nilai moral dan etika profesi.

Setiap toga yang dikenakan hari ini menjadi simbol kesungguhan, perjuangan, dan doa yang terjawab. Di balik senyum bahagia para wisudawan, tersimpan air mata haru dan rasa bangga dari orang tua serta para pendidik yang telah mencurahkan kasih sayang tanpa batas.

Berdasarkan hasil wawancara Reporter Radar CNN Group Kabupaten Sumenep, Bapak Saruji, S.Pd, Ketua STIKES Yayasan Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya, drg. Widi Astuti, M.Kes, menyampaikan bahwa kualitas lulusan tahun ini dinilai semakin baik, bermutu, dan lebih humanis. Jumlah wisudawan tahun 2025 tercatat sebanyak 88 orang, yang terdiri dari:

51 lulusan Program D3 Rekam Medis

27 lulusan Program S1 Kesehatan Masyarakat

Lebih lanjut disampaikan bahwa hingga saat ini, STIKES Yayasan RS Dr. Soetomo Surabaya telah meluluskan sekitar 1.800 alumni D3 dan 580 alumni S1, yang telah tersebar dan mengabdi di berbagai rumah sakit serta institusi kesehatan di seluruh Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, pihak STIKES juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh dosen, civitas akademika, serta para tamu undangan atas dukungan dan doa yang telah mengiringi perjalanan akademik para mahasiswa.

Akhir kata, dengan penuh rasa bangga disampaikan ucapan: Selamat dan sukses kepada seluruh Wisudawan dan Wisudawati Angkatan ke-XX STIKES Yayasan Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya.

Semoga ilmu yang telah diperoleh menjadi bekal berharga untuk mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara, serta mampu melahirkan generasi emas tenaga kesehatan Indonesia yang berintegritas dan berjiwa kemanusiaan.

Reporter:

Saruji, S.Pd

Friday, December 19, 2025

KKNT Unesa Selama Empat Bulan di Desa Sajen Pacet Bawa Dampak Positif, Tumbuhkan Cinta Masyarakat terhadap Kesenian


Mojokerto– imparsialnews.site Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang berlangsung selama empat bulan di Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat desa. Kehadiran mahasiswa KKNT Unesa tidak hanya membantu dalam bidang pendidikan dan sosial, namun juga berhasil menumbuhkan kembali rasa cinta masyarakat terhadap seni dan budaya lokal.


Selama pelaksanaan KKNT, mahasiswa Unesa aktif menginisiasi dan mendampingi berbagai kegiatan berbasis kesenian. Mulai dari pelatihan tari tradisional, pantomime, mendongeng untuk anak-anak sekolah dasar, hingga penciptaan karya seni yang melibatkan warga secara langsung. Kegiatan tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat karena mampu menjadi ruang ekspresi sekaligus sarana pelestarian budaya desa.


Salah satu capaian penting dari program KKNT ini adalah lahirnya karya-karya seni yang mengangkat identitas Desa Sajen. Mahasiswa bersama warga menggagas dan menampilkan berbagai pertunjukan seni, seperti tari kreasi daerah, pagelaran ludruk, serta persembahan lagu dan mars desa. Kegiatan ini menjadi simbol kuat kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga warisan budaya lokal.


Selain di bidang kesenian, mahasiswa KKNT Unesa juga turut berkontribusi dalam penguatan pendidikan, sosial kemasyarakatan, serta dokumentasi sejarah desa. Seluruh program dirancang dengan pendekatan partisipatif sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat secara aktif dalam setiap kegiatan.

Kepala Desa Sajen mengapresiasi peran mahasiswa KKNT Unesa yang dinilai mampu membawa semangat baru bagi warga, khususnya generasi muda, untuk lebih mencintai dan melestarikan seni budaya desa. Menurutnya, kehadiran mahasiswa selama empat bulan telah meninggalkan kesan mendalam dan manfaat jangka panjang bagi Desa Sajen.


Dengan berakhirnya program KKNT, mahasiswa Unesa berharap semangat cinta terhadap kesenian dan kebersamaan yang telah terbangun dapat terus berlanjut. Program ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa mampu menciptakan perubahan positif yang berkelanjutan.

Red_,